Data Rahasia Smartfren Telecom Bocor ke Publik oleh Kelompok Ransomware BianLian

 


   Dilansir dari Cyber Defense Insight, dalam perkembangan terbaru, data yang diambil dari serangan siber pada bulan Agustus yang dilakukan oleh kelompok BianLian Ransomware terhadap perusahaan telekomunikasi Asia besar, Smartfren Telecom, telah terbongkar.

   Sepertinya, Smartfren memutuskan untuk tidak membayar uang tebusan yang diminta oleh kelompok ransomware BianLian, yang akhirnya mengakibatkan pengungkapan identitas korban dan informasi yang dicuri kepada publik.

   Jumlah data yang diklaim oleh kelompok ransomware BianLian dalam serangan mereka terhadap Smartfren mencapai 1,2 terabyte (TB). Data yang sangat besar ini mencakup beragam informasi yang sangat sensitif, termasuk data pribadi, catatan keuangan, rincian anggaran, data teknis, informasi kontrak, perjanjian kerahasiaan (NDA), laporan kecelakaan, file dari komputer pribadi CFO, file operasional dan bisnis, serta arsip email dan pesan.

   Perkembangan ini mencerminkan informasi yang sebelumnya diungkapkan dalam laporan Cyberdefenseinsight pada bulan Agustus mengenai serangan ransomware yang mengincar Smartfren, salah satu raksasa telekomunikasi di Asia.

   Dalam pengungkapan data terbaru mereka, kelompok ransomware BianLian telah mengunggah sejumlah data spesifik yang dapat diakses oleh pihak yang berpotensi berbahaya. Selain itu, mereka juga mengungkapkan rincian alamat email CEO Smartfren, "Alim Gunadi," berserta informasi kontak seperti alamat email bisnis dan pesan pribadi yang dimiliki oleh Chief Information Officer (CIO) Smartfren, Ashish Kalay.


   Setelah melihat contoh pohon data yang dibagikan oleh kelompok ransomware BianLian, jelas terlihat bahwa titik awal dari peretasan data ini berada di Divisi Accounting and Business Email Compromise (BEC), yang berisi informasi internal yang sangat sensitif.

   Meskipun Smartfren pertama kali menjadi korban serangan ransomware oleh BianLian pada bulan Agustus, perusahaan ini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan atau kebocoran data yang lebih lanjut.

   Perkembangan terbaru ini terus menimbulkan kekhawatiran, sementara Smartfren berusaha mengatasi dampak serangan siber dan paparan data sensitif mereka. Kami akan terus memberikan pembaruan seiring dengan perkembangan cerita yang mengejutkan ini.


Sumber:
- Oleh Cyber Defense Insight, https://www.cyberdefenseinsight.com/2023/09/bianlian-ransomware-group-leaks.html

Komentar